Jaga Harga Diri Anak Lelaki: 6 Hal Penting Saat Menegur Mereka

Menjadi orangtua bagi anak laki-laki sering kali menghadirkan tantangan tersendiri. Terutama ketika mereka tumbuh semakin besar—emosi bertambah, egonya pun makin tinggi. Kadang terlihat cuek, kadang justru balik ngeyel saat ditegur. Tapi, bukan berarti mereka tak bisa diarahkan.

Anak laki-laki tetap bisa menerima nasihat—asalkan disampaikan dengan pendekatan yang tepat.

Dan satu hal yang jadi kunci adalah:

Jaga harga dirinya.”

Niat kita mungkin ingin memperbaiki sikap atau membimbing mereka, tapi jika disampaikan dengan cara yang salah—yang masuk justru bukan pesan, melainkan penolakan. Mereka akan merasa diserang, bukan diajak bicara.

Agar nasihat kita sampai dan diterima, yuk perhatikan 6 hal penting saat menegur anak laki-laki:

 

1. Jangan di depan orang lain

Teguran yang disampaikan di depan teman atau saudara bisa terasa seperti penghinaan. Meski maksud kita baik, jika dilakukan di tempat umum, anak bisa merasa dipermalukan.

Pilih waktu dan tempat yang tenang dan privat, agar ia merasa aman dan dihargai.

2. Mulailah dengan apresiasi

Awali dengan pengakuan terhadap hal positif yang sudah dia lakukan:

“Mas, Ibu tahu kamu anak yang tanggung jawab kok…”

Dengan begitu, ia merasa dihargai sebelum diarahkan. Anak laki-laki butuh pengakuan sebelum menerima koreksi.

3. Gunakan nada tenang tapi tegas

Nada tinggi atau meledak-ledak sering kali memicu perlawanan. Anak bisa merasa diserang, lalu menghindar atau malah membangkang.

Tegas tak harus keras. Justru nada yang tenang lebih membukakan ruang dialog.

4. Tanya dulu sebelum menasihati

Daripada langsung menyalahkan, ajak ia berpikir dan bercerita:

“Tadi kamu kenapa bisa gitu, Mas?”

Dengan begitu, ia merasa didengarkan dan dihargai sebagai pribadi yang punya alasan—meski akhirnya tetap perlu diarahkan.

5. Arahkan, bukan merendahkan

Kalimat seperti:

“Kamu tuh gimana sih! Malu-maluin banget!”

hanya akan menjatuhkan harga dirinya. Ganti dengan:

“Ibu tahu kamu bisa lebih baik dari ini.”

Sampaikan harapan, bukan penghakiman.

6. Akhiri dengan pelukan atau sentuhan positif

Anak laki-laki pun butuh koneksi emosional. Meskipun seringkali mereka tak menunjukkannya secara langsung, pelukan, tepukan ringan, atau senyuman ibu bisa jadi penguat batin mereka.

 

Anak laki-laki bukan tidak bisa berubah. Mereka bisa—dan mau—selama orangtuanya menghargai cara pikir dan perasaannya.

Yuk, belajar bersama menjadi orangtua yang memahami karakter anak laki-laki. Mereka butuh arahan, tapi juga butuh penghargaan. Butuh disiplin, tapi juga butuh kasih sayang.

Di Sekolah Ibu Digital, kita percaya:

Mendidik anak bukan hanya soal benar dan salah, tapi juga tentang bagaimana menciptakan hubungan yang saling percaya.

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress | Designed by: buy backlinks | Thanks to seo, seo services and Insanity Workout