Ali bin Abi Thalib, sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW, memberikan petunjuk berharga tentang cara mendidik anak sesuai tahapan usia. Beliau membagi pengasuhan anak ke dalam tiga fase penting: tujuh tahun pertama sebagai raja, tujuh tahun kedua sebagai tawanan, dan tujuh tahun ketiga sebagai sahabat. Meskipun berasal dari masa ribuan tahun silam, nasihat ini tetap relevan dan bisa diterapkan dalam kehidupan modern saat ini.
Pada tujuh tahun pertama (usia 0–7 tahun), anak diperlakukan seperti raja. Ini bukan berarti memanjakan tanpa batas, melainkan memberikan kasih sayang, rasa aman, dan perhatian penuh. Anak dibiarkan bermain, bereksplorasi, dan mengenal dunia dengan cara menyenangkan. Dalam konteks sekarang, ini bisa diterjemahkan sebagai masa stimulasi dini, mengasah sensorik dan motorik anak, membacakan buku, dan bermain bersama. Orang tua sebaiknya tidak menuntut terlalu banyak, karena anak sedang belajar melalui pengalaman, bukan perintah.
Memasuki usia 7–14 tahun, anak diperlakukan seperti tawanan. Maksudnya adalah masa ini penting untuk menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan nilai-nilai agama maupun moral. Bukan dengan cara kasar atau mengekang, melainkan mulai memberi aturan yang jelas, mengenalkan konsekuensi, serta membiasakan anak menjalankan kewajiban sesuai usianya. Di era digital seperti sekarang, ini berarti membimbing anak menggunakan gadget secara bijak, menjaga pergaulan, dan memperkenalkan nilai-nilai kehidupan lewat contoh nyata dari orang tua.
Tahap ketiga adalah usia 14–21 tahun, di mana anak diperlakukan seperti sahabat. Ini adalah masa remaja menuju dewasa, saat anak mencari jati diri dan membutuhkan tempat bercerita tanpa dihakimi. Orang tua perlu lebih banyak mendengar, berdiskusi, dan mendampingi tanpa menggurui. Di era modern, banyak remaja yang terpapar pengaruh media sosial dan pergaulan global. Oleh karena itu, menjadi sahabat yang hangat dan terbuka adalah kunci agar anak tetap terhubung secara emosional dengan keluarga dan memiliki pegangan hidup yang kuat.
Tiga tahap pengasuhan dari Ali bin Abi Thalib ini tidak hanya mengajarkan pendekatan sesuai usia, tetapi juga menunjukkan pentingnya perubahan sikap orang tua seiring bertumbuhnya anak. Jika dijalani dengan kesadaran dan kasih sayang, ketiga tahap ini bisa menjadi pondasi kuat dalam membentuk karakter anak yang tangguh, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
—
Jika Ayah Bunda sudah menjalani salah satu tahap ini, bagaimana pengalaman yang paling berkesan? Bagikan di kolom komentar atau kirim kisahnya ke redaksi sekolahibudigital.com.

Posted in