Ibu-ibu, pernah lihat buah kelapa kecil yang jatuh dari pohon dan sering kita sebut bluluk atau tembuluk? Biasanya buah ini hanya berguguran di halaman, disapu, lalu dibuang begitu saja. Tapi tahukah Ibu, sekarang bluluk justru sedang naik daun dan punya nilai jual yang lumayan? Ya, buah kecil ini ternyata laku di pasaran!
Bluluk kini diburu karena dipercaya memiliki manfaat kesehatan, terutama untuk membantu menurunkan kadar gula darah secara alami. Cara mengonsumsinya pun cukup mudah. Rebus dua butir bluluk muda dengan satu gelas air selama 15–20 menit. Setelah dingin, minum air rebusannya satu kali sehari, cukup selama 3–4 hari saja. Jika gula darah sudah turun, penggunaannya bisa dihentikan. Khasiat sederhana ini ternyata menarik banyak perhatian, terutama dari masyarakat yang mulai peduli dengan pengobatan herbal dan alami.
Yang lebih mengejutkan lagi, harga jual bluluk kini berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per biji. Coba bayangkan, jika Ibu punya banyak pohon kelapa di sekitar rumah dan sering menemukan bluluk berguguran, itu artinya Ibu punya potensi penghasilan tambahan tanpa harus keluar rumah. Cukup kumpulkan, bersihkan, lalu jual secara langsung atau melalui media sosial, pasar lokal, bahkan ke pembeli yang khusus mencari bahan herbal.
Peluang ini sangat cocok untuk para ibu di rumah. Tanpa modal besar, tapi bisa menghasilkan cuan dari sesuatu yang tadinya dianggap tak berguna. Daripada disapu dan dibuang, lebih baik dikumpulkan dan dimanfaatkan. Dengan sedikit kreativitas, bluluk bisa jadi rezeki tambahan untuk membantu ekonomi keluarga.
Jadi, mulai sekarang jangan anggap remeh buah kecil yang jatuh itu, ya Bu. Bluluk pun laku, dan bisa jadi berkah di halaman rumah sendiri.

Posted in