Anak membutuhkan ibu yang lembut, penuh kasih sayang dan perhatian. Namun, mereka juga sangat membutuhkan kehadiran ayah yang peduli.
Ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pahlawan hati pertama bagi anak-anaknya. Ketika ayah hadir secara emosional, anak-anak tumbuh lebih kuat secara mental dan sosial. Mereka cenderung lebih percaya diri, lebih mudah bersosialisasi, berani mengambil keputusan, dan merasa aman secara emosional.
Di dalam rumah, peran ayah sangat penting. Ayah menjadi teladan dalam bersikap, memberi rasa aman, menjadi pendengar yang sabar, membantu ibu dalam mengasuh anak, serta menguatkan nilai-nilai dalam keluarga. Anak tidak hanya butuh uang dari ayah, tetapi juga pelukan, cerita, tawa bersama, dan waktu yang berkualitas.
Keterlibatan ayah bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Misalnya, menyapa dan menanyakan kabar anak sepulang kerja, membacakan buku sebelum tidur, bermain bersama di akhir pekan, mengajak anak laki-laki memperbaiki sepeda, membantu memandikan atau menyuapi anak, serta mengajak anak shalat berjamaah. Mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi juga merupakan bentuk kehadiran yang sangat bermakna.
Peran ayah memiliki pengaruh berbeda bagi anak perempuan dan laki-laki. Bagi anak perempuan, ayah adalah cinta pertama. Jika ayah bersikap lembut dan menghargai, anak perempuan akan tumbuh dengan rasa percaya diri dan merasa dirinya berharga. Sementara bagi anak laki-laki, ayah adalah sosok panutan. Sikap jujur, disiplin, dan tanggung jawab yang dicontohkan ayah akan ditiru dan dibawa anak dalam kehidupan dewasanya.
Ibu pun memiliki peran dalam mendukung keterlibatan ayah. Ajaklah suami berdiskusi tentang pola asuh, ciptakan waktu khusus untuk ayah dan anak berinteraksi, hindari mengkritik ayah di depan anak, dan hargai setiap usaha yang ayah lakukan, sekecil apa pun itu. Pengasuhan bukan hanya tugas ibu, tapi kerja sama antara ibu dan ayah. Saling melengkapi satu sama lain demi tumbuh kembang anak yang sehat dan bahagia.
Menjadi ayah di zaman sekarang bukan hanya soal bekerja dan memberi uang, tetapi soal hadir dalam kehidupan anak, sejak kecil hingga dewasa. Karena anak mungkin akan melupakan mainan mahal yang pernah dibelikan, tapi mereka akan selalu ingat momen-momen sederhana bersama ayah yang penuh kehangatan.
Tugas sederhana malam ini: Luangkan waktu 15 menit bersama anak. Biarkan anak duduk di pangkuan ayah dan bercerita tentang harinya. Ibu cukup mendampingi dan tersenyum.
Lihatlah betapa bahagianya anak saat merasa didengar dan dicintai oleh kedua orang tuanya.

Posted in