Pernah melihat anak betah duduk di dalam kardus, atau bersembunyi di bawah meja seperti membuat “markas rahasia”?
Bunda, perilaku ini bukan sekadar main-main. Mereka sedang mencari rasa aman, nyaman, sekaligus bereksplorasi dengan ruang pribadi.
1. Mencari Rasa Aman
Ruang kecil dan tertutup memberi sensasi perlindungan. Bagi anak, ini mirip “pelukan” yang membuat mereka merasa tenang, apalagi setelah beraktivitas ramai atau berada di lingkungan yang bising.
2. Mengenal Batas Ruang Tubuh
Saat masuk ke kardus atau kolong meja, anak belajar menyesuaikan posisi tubuhnya agar muat di ruang tersebut. Ini membantu melatih kesadaran tubuh (body awareness) yang penting untuk koordinasi gerak.
3. Melatih Imajinasi
Kardus bisa berubah menjadi rumah, kapal luar angkasa, atau gua rahasia. Sementara kolong meja bisa menjadi markas penyelamat dunia. Imajinasi ini mendorong kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.
4. Mengeksplorasi Ruang Pribadi
Anak sedang belajar bahwa kadang mereka ingin punya “tempat sendiri” untuk bermain, merenung, atau sekadar beristirahat. Ini bagian dari perkembangan emosi yang sehat.
Tips untuk Orang Tua:
Sediakan “pojok nyaman” di rumah, misalnya tenda kecil atau sudut baca.
Biarkan anak bermain di ruang sempit selama aman dan terawasi.
Ikut masuk ke dunia imajinasi mereka sesekali, untuk membangun kedekatan.
Kesimpulan:
Masuk kardus atau bersembunyi di bawah meja adalah cara anak mencari rasa aman sekaligus mengekspresikan imajinasi. Dengan dukungan dan ruang yang tepat, kebiasaan ini bisa menjadi sarana belajar dan eksplorasi yang positif.
Temukan lebih banyak tips parenting dan edukasi anak di www.sekolahibudigital.com.
Belajar menjadi orang tua bijak, mulai dari sini.

Posted in